Mau Gaya Apa…??? Yuuukk Mari…

Kreatifitas,imajinasi tinggi serta kebebasan berekspresi makin semarak di era kuda gigit laptop ( kayanya ga pas lagi istilah kuku gigit besi:p ). Mungkin angkatannya nenek-kakek,bonyok atau bahkan angkatan gw yang hidup di era jadul ga bakalan kepikiran mau bergaya se’ekspresif’ ini.
Dan itu ga cuma melanda dunia barat.Virusnya melibas antar bangsa sampai dunia timur seperti Jepang,Korea ( yg jadi trendsetter gaya Harajuku ) bahkan bumi tercinta ini ga luput dari gejolak kaum muda yang berimprovisasi.

Dulu cuma napi dan preman atau paling banter rocker yang bertatto-yang berkesan seram dan sadis.Sekarang yang feminin saja ga kalah heboh berhiaskan tatto yang beralih fungsi sebagai suatu keindahan seni.Ga kalah gaya dengan para punkers yang berhiaskan puluhan tindik dan rambut landaknya.Atau para pecinta gaya gothic yang berhiaskan serba hitam dari riasan wajah sampai busana dan sepatunya.

Yang berdandan dan bergaya lebih modis dan femininpun sekarang terimbas demam vintage.Dengan rambut tinggi,ikat pinggang besar,rok sempit,tas besar dan baju bercorak retro.Merasa vintage’asli’ harganya bikin kening berkerut,boleh juga memakai busana ala vintage yang lebih ramah dikantong.Dan gaya jadul mulai dari rambut,make up dan busana tetap kelihatan ‘masuk’ juga buat abad ini.Toh roda trend mode terus bergulir setiap tahun.

Dan untuk wanita muslim-pun,sekarang lebih banyak pilihan dengan munculnya berbagai model kerudung,jilbab dan busana cantik.Tak hanya sekedar baju gamis atau baju kurung yang dibordir,tapi dengan rancangan yang beragam-bahkan ala vintage juga ada.Dengan semakin meluasnya gaya ala muslim ini,semoga tak sekedar trend yang menjamur.Tapi memang kesadaran diri untuk menutupi aurat.

Tapi dunia fashion juga bergolak dengan gaya Harajuku yang ‘asal’ seperti diusung duo Ratu dan Pinkan Mambo.Harajuku, sebuah kawasan kecil di tengah metropolitan Tokyo berubah menjadi trendsetter fashion Asia.Kalau dulu Eropa sebagai pusat mode dunia dengan penuh pakem fashion yang apik.Bagi Harajuku diporak porandakan habis-habisan dengan style ‘gila’nya.Dengan busana warna-warni bertabrakan,rambut disemir dengan warna menyala atau stocking jala-jala yang funky.Harajuku menjadi tempat pelarian atau pemberontakan bagi suatu kemapanan fashion dan himpitan diri dari keterkekangan ruang di Jepang yang menuntut disiplin tinggi.

Lalu berimbaslah fashion ala manga-komik Jepang semisal Candy Candy-Sailor Moon atau ala anime-animasi.Atau munculnya gaya rambut dengan potongan berantakan- model asimetris, geometrik, spike, dan ditambah dengan warna-warna rambut yang lebih berani ala pemain serial Korea,Taiwan atau Jepang yang mengukuhkan kekhas-an kaum muda Asia.

Arus Jepang tak hanya menginspirasi gaya hidup melalui produk elektronik yang mereka hasilkan: gadget hingga mobil. Mereka juga menginspirasi dunia mode dunia.Sampai Gwen Stefanipun memasukkan lagu Harajuku Girls dalam album solo pertamanya.Hingga Omotesando,jalan panjang kawasan Distrik Harajuku ini menyebar virus fashion ampuh bagi kaum muda Indonesia yang makin bebas sebagai Harajuku Wannabe…Cuma apa kita akan selalu jadi pengekor,tanpa pernah berusaha mengeksplorasi fashion negeri ini? Apa kabar dengan batik,tenunan,songket dan kebaya warisan leluhur? Andai saja kaum muda bisa berimajinasi dengan kreasi asli bumi sendiri tentunya lebih membanggakan…Kapan ya:)…Yuuuk mari…

Depok,menjelang sahur-10 oct’07

Leave a Reply